Senin, 05 Juni 2017
JURNAL SUKU NIAS
Masyarakat Nias meyakini terdapat tiga kelompok etnis berbeda yang pernah—bahkan sampai saat ini keturunannya dianggap masih—tinggal di Nias, yaitu: (1) Niha safusi atau kelompok manusia berkulit putih dan cantik yang tinggal di atas pohon. Dalam hoho di atas mereka disebut sebagai ono mbela; (2) Niha sebua gazuzu, yaitu manusia yang memiliki kepala besar dan merupakan ciri manusia purba yang hidup ribuan tahun lalu dan tinggal di gua-gua, sehingga mereka juga disebut manusia dari bawah tanah (soroi tou). Dalam hoho di atas mereka disebut nadaoya; dan (3) Lani ewöna, yaitu bangsa manusia yang sudah dikategorikan sebagai homo sapiens yang bermigrasi dari seberang lautan dengan keahlian dan pengetahuan yang lebih tinggi dari kedua pendahulunya, sehingga mereka berpengaruh besar dan membawa transformasi sosial di Nias.
Tradisi “hombo batu” atau loncat batu merupakan tradisi lokal yang telah hidup secara turun- temurun pada masyarakat Pulau Nias, Sumatera Utara, di Indonesia. Media loncat batu dapat dibuat dalam duplikasi yang disesuaikan dengan perkembangan usia anak. Kisah tentang tradisi “hombo batu” atau loncat batu ini juga dapat diceritakan kepada anak-anak, sehingga akan menimbulkan kebanggaan dan dijadikan inspirasi untuk mewarisi nilai-nilai positif dalam tradisi tersebut.
Dalam kehidupan sosial masyarakat Nias, seperti upacara perkahwinan, kelahiran dan upacara keselamatan, mereka sentiasa mempersembahkan Tari Balanse Madam. Sebagai tarian tradisional warisan budaya masyarakat Nias di Bandar Raya Padang, Tari Balanse Madam berfungsi sebagai media interaksi sosial, media integrasi dan sebagai media hiburan.
Indonesia adalah bangsa yang kaya akan budaya dan suku di dalamnya. Budaya yang ada di Indonesia sangatlah beragam, baik dalam sisi keseniannya, budayanya,kebiasaannya, ataupun kepercayaannya dan lain sebagainya. Salah satu suku di Indonesia yang memiliki beragam kebudayaan adalah suku Nias.Diantaranya budaya Nias seperti, alat musik tradisional nias, tarian tradisional nias,pusaka budaya nias dan lain sebagainya
“Orang Nias – Mereka Memburu Kepala untuk Bekal Kubur”.
Tulisan ini berkisah tentang Awuwukha, seseorang yang ditakuti karena berhasil
membawa pulang belasan kepala manusia sebagai pembalasan dendam karena
rumah ibu Awuwukha sebelumnya dibakar oleh pemilik kepala itu. Tulisan
pengarang dalam blognya ini merupakan tulisan yang dibuat berdasarkan buku
hasil penelitian yang sudah ia tulis sebelu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar